KEBIJAKAN PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA PREVALENSI STUNTING

Penulis :
Dr. Nurul Indah Qariati, SKM., M. Kes.
Dr. Hj. Mardiana, S.Sos. Mi.Kom.
Dr. Yati Nurhayati SH., MH.
Dr. Zakky Zamrudi, S.AB., M.AB.

Editor :
Dr. H. Mohammad Zainul, SE. MM.

 

ISBN: Akan ditambahkan segera setelah keluar

Link Pembelian: Akan ditambahkan segera setelah buku mulai di produksi

Stunting merupakan kondisi status gizi pada anak yang ditandai dengan indeks PB/U atau TB/U berada di bawah -2 SD hingga -3 SD (pendek/stunted) atau lebih rendah dari -3 SD (sangat pendek/severely stunted). Masalah ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berkelanjutan, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan, dari janin hingga usia dua tahun. Stunting dapat menghambat pertumbuhan fisik dan mental anak, meningkatkan risiko penyakit dan kematian, serta berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, prevalensi stunting mengalami fluktuasi, mencapai 40,2% pada tahun 2021, yang kemudian menurun menjadi 24,6% pada 2022. Pemerintah setempat mengambil langkah serius melalui program Kawan Manis Best dan intervensi lainnya untuk menurunkan angka stunting, dengan target mencapai 17,27% pada tahun 2024. Meskipun memiliki tingkat kemiskinan rendah, prevalensi stunting yang tinggi di Kalimantan Selatan disebabkan oleh faktor sosio-kultural seperti praktik pengawetan makanan yang mengurangi nilai gizi, serta perkawinan dini yang meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Permasalahan ini memerlukan kajian mendalam untuk mendukung kebijakan dan program percepatan penurunan stunting yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030.

Category:

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “KEBIJAKAN PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA PREVALENSI STUNTING”

Your email address will not be published. Required fields are marked *